Memilih Membuat Organisasi Baru, TGB Resmi Keluar dari Nahdlatul Wathan



Cornerbooks.org - Nahdlatul Wathan adalah organisasi terbesar di Nusa Tenggara Barat yang dimana organisasi ini didirikan oleh Ulama Karishmatik Maulanasyaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid yang berasal dari Pancor, Lombok Timur. NTB. Seperti yang kita ketahui secara resmi organisasi Nahdlatul Wathan saat ini dipimpin oleh Tuan Guru Bajang Zainuddin Atsani yang terpilih pada Muktamar ke-XIV (Empat Belas) di Mataram. 

Sedangkan sebelumnya TGB Zainul Majdi juga mengaku sebagai Pengurus Besar di Nahdlatul Wathan hanya berbeda nama yakni "Dewan Tanfidziyah Pengurus Besar" Nahdlatul Wathan. Sedangkan di Nahdlatul Wathan sendiri dari zaman pendirinya tidak mengenal istilah Dewan Tanfidziyah, yang ada hanya Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW).

Daripada memilih mengikut garis pimpinan dibawah Tuan Guru Bajang Atsani, TGB Zainul Madji lebih memilih mendirikan Organisasi baru yakni Organisasi NWDI yang lahir pada tanggal 22 Maret 2021. Didirikan di Hotel Astoria, Mataram.

Semua Warga Nahdlatul Wathan mengetahui bahwa NWDI (Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah) adalah Madrasah pertama yang didirikan oleh Maulanasyaikh untuk kaum laki-laki. Dan Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI) khusus untuk kaum perempuan. Sedangkan organisasinya adalah Nahdlatul Wathan.

Singkatnya, NWDI adalah Madrasah yang berada dibawah naungan Organisasi Nahdlatul Wathan. Jadi, NWDI tetap milik Nahdlatul Wathan (Secara Madrasah). Sedangkan organisasi baru yang didirikan oleh TGB Zainul Majdi dan TGH. Yusuf Makmun tidak memiliki Nahdlatul Wathan, alias dengan jelas-jelasnya keluar dari Organisasi Nahdlatul Wathan. 


Wasiat Renungan Masa:

Asas NW jangan diubah
Sepanjang masa sepanjang sanah
Sunnah Jama’ah dalam akidah
mazhab Syafi’i dalam Syari’ah

Buka madrasah desa dan dasan
Agar tersebar ajaran Tuhan
Ikatan Pelajar PG aktifkan
Himmah pemuda terus tonjolkan

Nahdlatul Wathan ciptaan ayahda
Kuamanatkan kepada anakda
dipelihara dan terus dibina
dan dikembangkan di Nusantara

Kalau nanda memang beryakin
tak sampai hati ninggalkan Zainuddin
Maulanal Hasan do’akan tamkin
dalam kitabnya Al-Mustarsyidin

Nahdlatul Wathan berjalan terus
Siang dan malam tidak terputus
Meskipun dahsyat gelombang arus
Dalam lindungan Ilahi Al-Quddus  


Banyaklah orang tersesat jalan
Mengaku diri Nahdlatul Wathan
Padahal dia di luar barisan
Tidak menurut garis pimpinan

Bahwa PB adalah satu
Bukannya dua bukannya telu
Atas pimpinan PB yang satu
Dewan Mustasyar pemberi restu

Organisasi ada imamnya
Pengurus Besar PB namanya
Wajib ditaati instruksinya
Selama berjalan menyelamatkannya

Banyak orang tidak mengerti
Pada tugasnya berorganisasi
Dipermainkan orang sehari-hari
Akhirnya ia menjadi amphibi

 

( Al-Magfurulah Maulana Syaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid )